Berstatus Tersangka, Marianus Sae Absen di Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada NTT


JAKARTA,  – Calon Gubernur NTT, Marianus Sae, tidak hadir pada acara rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon peserta pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT, Selasa (13/2/2018) di Hotel Aston, Kupang, NTT. Ia hanya diwakili oleh Calon Wakil Gubernurnya, Emilia Nomleni.

Ini Rincian Duit Suap yang Mengalir ke Bupati Ngada Marianus Sae

Saat pengambilan nomor urut, Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe memanggil satu per satu pasangan calon maju untuk menarik nomor urut. Saat nama Marianus Sae dan Emi Nomleni dipanggil, Emilia sendirian tampil ke depan mengambil undian dan berdiri berjejer bersama pasangan lainnya.

Pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni mendapat nomor urut 2. Sementara nomor urut 1 jatuh ke tangan pasangan Eston Foenai-Christian Rotok. Sementara itu, pasangan Benny Harman-Benny Litelnoni mendapat nomor urut 3 dan pasangan Viktor Laiskodat-Josep Naisoi di nomor urut 4.


Meski Berstatus Tersangka, Marianus Sae tetap Jadi Calon Gubernur NTT dari PDIP

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bupati Ngada, NTT Marianus Sae secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (12/2/2018). Marianus dicokok KPK kemarin, Minggu (11/2/2018) di Surabaya, melalui operasi tangkap tangan (OTT).

Marianus diduga terjerat kasus penyuapan terkait sebuah proyek di Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Pandjaitan mengatakan, Marianus Sae diduga menerima suap senilai Rp 4,1 miliar yang berkaitan dengan proyek itu.

“Total uang, baik yang transfer atau cash, sekitar Rp 4,1 miliar. Itu yang kita ketahui,” kata Basaria di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Bupati Ngada Kena OTT, Fahri Hamzah: Biru Senang karena Merah Kena

sumber : jitunews.com