Nomor Urut Pasangan Calon Pilbup Bandung Barat 2018 Ditetapkan


NGAMPRAH, (PR).- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat melakukan nomor urut pasangan calon Pilbup Bandung Barat 2018 di Vila Istana Bunga, Parongpong, Selasa, 13 Februari 2018. Setelah pengundian, dilakukan pula deklarasi pilkada damai oleh masing-masing calon bersama KPU, panwaslu, TNI/Polri, pengadilan negeri, kejaksaan, dan pemerintah daerah.

Dari hasil pengundian nomor urut pasangan calon Pilbup Bandung Barat 2018, pasangan calon Elin Suharliah-Maman Sulaeman Sunjaya mendapat nomor urut satu. Pasangan calon Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati nomor dua. Pasangan calon Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan nomor tiga. Hasil pengundian itu pun disambut meriah oleh masing-masing pendukung paslon.

Elin mengaku, sebelumnya tak mengharapkan nomor berapa pun yang akan diperoleh dalam pengundian. Dia pun bersyukur mendapat nomor urut satu, karena nomor tersebut dinilai bagus dalam segala hal. “Nomor satu, rangking satu, kan yang terbaik. Setiap orang menginginkan juara satu,” ujarnya.

Doddy menyatakan telah menduga dapat nomor dua. Namun, dia menekankan, lebih baik memilih calon dari programnya dibandingkan nomor urutnya. “Mari kita diadu program saja. Saya ingin memperbaiki keadaan kemiskinan di Bandung Barat. Sekarang 21 persen orang miskin di Bandung Barat, dan ini tak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Adapun Hengky menilai nomor urut tiga dapat membawa hoki. Dia pun optimistis nomor tersebut dapat membawanya menuju kemenangan. “Nomor tiga sesuai dengan tiga proses untuk membangun Bandung Barat, yaitu inovasi, kolaborasi, dan kreatif,” katanya.

Pilkada damai

Sementara itu, Ketua KPU Bandung Barat Iing Nurdin mengatakan, deklarasi pilkada damai merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tahapan pilkada. “Tujuannya ialah untuk menyiapkan seluruh paslon dan para pendukungnya, bahwa mereka terikat pada apa yang sudah dibacakan tadi,” katanya.

Dalam deklarasi, seluruh kontestan bertekad mewujudkan pilkada yang demokratis, damai, dan berintegritas. Para calon bupati dan wakil bupati Pilbup Bandung Barat 2018 juga menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk praktik politik uang dan kampanye yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, mereka pun berjanji akan menghormati hasil pilkada, serta siap terpilih atau tidak terpilih.

“Kampanye itu kan pendidikan politik. Artinya, kami berharap semua paslon dan tim pendukungnya mengedepankan model-model kampanye yang bersifat santun, dialogis, dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Mari kita hindari kampanye yang bersifat negatif, kampanye yang hoaks, karena itulah yang bisa memecah belah kita,” kata Iing.***