2040 Pulau Jawa Kehilangan Sumber Air Bersih

loading...

2040 Pulau Jawa Kehilangan Sumber Air Bersih.

BNews—MAGELANG— Tingginya alih fungsi lahan hijau, pertumbuhan penduduk serta maraknya pemukiman diprediksi oleh ilmuan bakal berdampak buruk pada lingkungan. Terutama ketersediaan air bersih.

Kajian resmi pemerintah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  resmi memprediksi Jawa bakal kehilangan hampir seluruh sumber air bersih tahun 2040. Ini adalah salah satu alasan di balik wacana pemindahan ibu kota, bahwa 150 juta penduduk di pulau terpadat Indonesia akan kekurangan air, bahkan untuk sekadar makan atau minum.

Para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut sejumlah faktor pemicu krisis air, dari perubahan iklim, pertambahan penduduk hingga alih fungsi lahan.

Pemerintah mengklaim proyek bendungan serta revitalisasi waduk dan danau yang terus berjalan dapat mencegah krisis air, walau akademisi menilai upaya itu belum cukup membendung bencana yang bakal datang.

BorobudurNews bertemu dengan sejunlah orang di Tempuran dan Salaman Kabupaten Magelang. Dimana mereka kini merasakan sulitnya mendapat air bersih.

Di Ngargoretno Salaman, warga terpaksa berjalan puluhan kilomter menuju sebuah sendang di lereng Menoreh. Hanya untuk mendapatkan air bersih. 

Data BPBD Kabupaten Magelang tahun 2018 jumlah bantuan air bersih disiapkan 300 tangki. Sedangkan di tahun 2019 naik dua kali lipat menjadi 600 tanki.

Bisa disimpulkan jumlah wilayah kekeringan tiap tahunnya bertambah. September lalu BPBD mencatat ada 1.666 KK dengan jumlah 5.171 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih di wilayah Kabupaten Magelang. (her/jar)

The post 2040 Pulau Jawa Kehilangan Sumber Air Bersih appeared first on BorobudurNews.


You Might Also Like