Bicara Kecurangan Pilpres, Rizal: Itu Dirancang Supaya Jokowi Menang 68 Persen

Informasi dan Berita Terkini


JAKARTA, – Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Rizal Ramli menyebut dugaan kecurangan di Pilpres 2019 terjadi secara luar biasa.

Rizal memaparkan dugaan kecurangan pilpres di panggung acara ‘Mengungkap Fakta-fakta  Kecurangan Pilpres 2019’ yang digelar oleh BPN Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

“Tahun 2014 sebenarnya ada kecurangan. Memang skalanya relatif kecil. Tapi tetap kecurangan. Pak Prabowo waktu itu legawa, berbesar hati, tidak mau ramai, tidak mau protes, nerimo. Tapi kali ini skala kecurangannya luar biasa,” kata Rizal.

Menurutnya, dugaan kecurangan yang terjadi secara masif itu memang dirancang untuk memenangkan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Sebagai contoh, ia menyinggung persoalan daftar pemilih tetap (DPT) 

loading...

“Skala kecurangan (di Pilpres 2019) luar biasa. Sebelum pilpres, pada saat pilpres dan setelah pilpres. Yang paling signifikan adalah daftar pemilih palsu atau abal-abal,” kata Ekonom senior itu.

“Pada waktu itu (Pilpres 2014) yang milih Jokowi hanya 53 persen. Mungkin kecurangan 2 persen, yang sungguh-sungguh dukung Jokowi hanya 51 persen. Kok bisa, sekarang dirancang supaya Jokowi menang sampai 68 persen?” imbuhnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu menganggap, selama kepemimpinan Jokowi, banyak permalasahan terjadi, khususnya persoalan kebutuhan pokok.

“Ekonomi susah, rakyat daya belinya anjlok, harga-harga naik, umat Islam merasa tidak adil, kok bisa naik? Karena memang (Jokowi) dirancang harus menang,” tandasnya.

sumber : netralnews.com

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close