Fadli Zon Yakin Kasus Rizieq di Arab Saudi adalah Fitnah Keji

Informasi dan Berita Terkini


JAKARTA, NNC – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sempat diperiksa dan ditahan oleh kepolisian Mekah, Arab Saudi, pada Senin (5/11/2018), karena diduga memasang bendera yang mirip dengan bendera gerakan ekstrimis di tembok luar rumahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yakin jika Habib Rizieq difitnah. Ia menduga, ada pihak lain yang memasang bendera itu di tembok rumah Rizieq.

“Saya yakin apa yang terjadi pada Imam Besar Habib Rizieq adalah fitnah keji. Bisa saja orang masang bendera di luar tembok rumahnya, karena lokasinya umum. Ini kerjaan dasar ‘intel,” tulis Fadli di akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (8/11/2018).

Wakil Ketua DPR ini mengungkapkan hal itu, karena ia mengaku mendapat pengaduan dari keluarga Rizieq. “Saya dapat pengaduan dari keluarga Habib pada Senin sore,” kata Fadli.

Sebelumnya diberitakan, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi yang mendapat kabar soal penangkapan Habib Rizieq, langsung bergerak cepat menghubungi pihak-pihak terkait guna memastikan kabar tersebut.

“Pada tanggal 6 November 2018 Dubes RI langsung memerintahkan DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut,” kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, lewat keterangan tertulisnya, Rabu (7/11/2018).

Dari hasil penelusuran tersebut, lanjutnya, diinformaskan bahwa pada tanggal 5 November 2018 sekitar Pukul 08.00 WAS tempat tinggal MRS didatangi oleh pihak kepolisian Makkah, lantaran adanya pemasangan bendera diduga mirip kelompok ekstrimis.

“Karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis pada dinding bagian belakang rumah MRS. Pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh kepolisian Makkah,” ujar Maftuh.

Dijelaskannya, pada 5 November 2018 Pukul 16.00 WAS, MRS dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID), lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah.

“Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis “˜Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian
Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa, tanggal 06 Nopember 2018 sekira pukul 16.00 WAS,” terangnya.

Kemudian pada 6 November 2018 pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staff KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan.

Menurut Maftuh, tindakan pemerintah setempat kepada Habib Rizieq dilakukan, karena Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jama”ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme.

“Pemantauan dalam Medsos juga dipantau oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme,” paparnya.

sumber : netralnews.com


loading...

Baca Lagi
close