Gara-gara Saling Ejek di Media Sosial, Pelajar Tewas Dikeroyok, Begini Kronologisnya

1 month ago ujang Comments Off on Gara-gara Saling Ejek di Media Sosial, Pelajar Tewas Dikeroyok, Begini Kronologisnya

Berita : Gara-gara Saling Ejek di Media Sosial, Pelajar Tewas Dikeroyok, Begini Kronologisnya.

loading dulu...

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Jajaran Mapolres Sukabumi menangkap tiga orang pelaku mengeroyokan seorang pelajar di kecamatan Cibadak hingga tewas, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian petugas.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif, menjelaskan, pengeroyokan terhadap seorang pelajar tersebut di Kampung Pamuyuran RT01/01 Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (10/4/2021).

“Tindak pengeroyokan yang dilakukan oleh empat orang tersebut, mengakibatkan korban AF meninggal dunia ditempat,” kata Lukman pada wartawan di Kapolsek Cibadak, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Wanita Hamil 8 Bulan Tewas Mengambang di Kolam, Pertugas Temukan Pakaian Milik Korban

Tindak pidana pengeroyokan tersebut, kata dia, kekerasan berawal adanya saling ejek korban dengan para pelaku di media sosial.

Setelah itu korban dan pelaku bertemu dan terjadi pengeroyokan.

“Kami pastikan, ini bukan tawuran antara sekola atau kampung, ini murni tindak kriminal. Dan saat ini empat orang pelaku yaitu, S, F, dan I, sudah diamankan di Mapolsek Cibadak, dan satu pelaku masih dalam pencarian,” katanya.

Baca juga: Aksi Pencurian Toko Marak di Sumedang Utara, Terakhir Korbannya Pemilik Toko Bangunan, Terekam CCTV

Ia mengatkan, para pelaku yang berhasil diamankan masih dalam kategori anak – anak, karena masih berusia 16 – 17 tahun.

Selain pelaku sejumlah barang bukti seperti satu sepedah motor, sebilah golok dan celurit serta pakaian korban ikut diamanakan.

“Pelaku yang masih buron yaitu N, sudah dimasukan dalam Daftar Pencaraian Orang (DPO). Kami minta untuk segera menyerahkan diri, saat ini pun petugas gabungan dari Polsek Cibadak dan Polres Sukabumi tengah mengejar pelaku,” katanya.

Dia menambahkan, atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 Undang – Undang nomer 25 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuma diatas 5 tahun kurungan penjara.

loading...