Generasi Muda Harus Siap Hadapi Revolusi Jilid Empat


SOREANG,(PR).- Bupati Bandung Dadang M. Naser mengingatkan generasi muda agar bersiap menghadapi revolusi jilid empat (4.0), yakni menghadapi guncangan teknologi dan kompetisi ekonomi. Apalagi bangsa Indonesia memiliki wirausaha yang masih sedikit sehingga dikhawatirkan tertinggal dengan negara-negara tetangga.

“Revolusi jilid empat sudah dimulai yang sadar atau tak sadar semua kalangan terkena dampaknya,” kata Dadang Naser saat rapat kerja wilayah dan pendidikan kader Pemuda Pancasila Jawa Barat di Hotel Sutan Raja Soreang, Selasa, 13 Maret 2018.

Dia menambahkan, revolusi jilid empat ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat sehingga dunia seakan-akan mengecil. “Kini mudah sekali melakukan komunikasi kapan pun dan di mana pun. Kita tak bisa mengelak dari revolusi teknologi ini,” katanya.

Persaingan ekonomi

Tantangan lainnya berasal dari sektor ekonomi. Semua negara saling bersaing dan mempengaruhi. “Kunci untuk menghadapi persaingan ekonomi adalah kemandirian melalui wirausaha. Kami merasa prihatin sebab jumlah wirausaha di Indonesia masih sedikit,” katanya dalam acara dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua MPP Pemuda Pancasila, Yorrys Raweiyai dan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jabar Tubagus Dasep IPS.

Bupati mencontohkan jumlah wirausaha di Malaysia sudah mencapai di atas 10 persen dari jumlah penduduknya, sedangkan Singapura sekitar 25 persen. “Di Indonesia jumlah wirausaha baru sekitar dua persen dari jumlah penduduk,” katanya.

Dalam kesempatan itu digelar pelantikan lembaga penyuluhan dan bantuan hukum Pemuda Pancasila serta lembaga pengusaha Pemuda Pancasila. “Kami sambut baik adanya lembaga khusus pemberdayaan ekonomi di Pemuda Pancasila dan diharapkan lahir wirausaha baru,” katanya.***