Masjid Itaewon, Bukti Kebanggan Muslim Korea Selatan

0
2
views

Masjid Itaewon, Bukti Kebanggan Muslim Korea Selatan

Sebagai wisatawan muslim, saat mengunjungi negara-negara bukan mayoritas muslim, tentunya kebutuhan terhadap tempat ibadah dan makanan halal menjadi hal pertama yang dicari. Nah, di Korea Selatan ada satu kawasan yang menyediakan dua hal itu. Kawasan itu adalah Itaewon, Seoul. Di Itaewon, berdiri Masjid Sentral Seoul, yang bernama Masjid Itaewon. Masjid itu sekaligus menjadi bukti kebanggaan Muslim di Korea Selatan.

loading...

Untuk mencapai masjid ini, kamu cukup naik subway line 6 tujuan Stasiun Itaewon exit 3. Petunjuk exit 3 berarti bahwa kamu harus keluar melalui pintu 3. Jangan sampai salah ya! Arena Korea Selatan membedakan pintu keluar sesuai arah tujuan. Setelahnya, kamu bisa melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5 – 10 menit dengan jarak sekitar 250 meter. Kamu bisa mengandalkan kemampuan google maps baik offline maupun online. Setelah berjalan sekitar 100 meter, kamu belok kanan ke Jalan Usadan-ro dan terus berjalan hingga Jalan Usadan-ro 10-gil. Kemudian belok kiri dan lurus lagi. Perjalanan ke masjid ini cukup menanjak sehingga lumayan untuk kamu yang tidak pernah berjalan jauh. Belok kiri lagi lalu kamu sudah menemukan Masjid Itaewon di sebelah kiri dengan bangunannya yang didominasi oleh warna putih, abu-abu, dan hijau.

Masjid Itaewon.

Selama perjalanan menuju masjid dengan berjalan kaki, kamu akan menemukan banyak restoran halal yang berjajar di kiri dan kanan jalan. Rasanya semua ingin dibeli dan dilahap. Ada restoran India, Timur Tengah, Indonesia, bahkan menu halal masakan Korea Selatan. Jika masih ragu dengan status kehalalannya, kamu bisa cek melalui pintu masuk restoran. Umumnya pemilik restoran sudah menempel sertifikat halal dan logo halal baik di pintu maupun di jendela. Tak hanya itu saja, toko lain seperti toko kosmetik halal, toko buku islam, supermarket halal, dan perpustakaan islami juga memenuhi kiri kanan jalan menuju masjid.

Masjid Itaewon dan muslim Korea Selatan.

Masjid ini terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang pertemuan dan Kantor Federasi Muslim Korea Selatan. Saat bulan Ramadan, lantai ini dipenuhi oleh jamaah masjid yang berbuka bersama di masjid ini, terutama jamaah perempuan yang berada di dalam ruangan. Sementara itu, ruang salat laki-laki terletak di lantai 2, sedangkan ruang salat perempuan di lantai 3. Di sana sudah disediakan mukena dan sajadah untuk perempuan. Namun umumnya di sana muslimah yang datang ke sana memilih salat tanpa menggunakan mukena. Hal itu sangat berbeda dengan budaya di Indonesia.

Bangunan utama masjid didominasi warna putih. Warna itu dipercantik dengan adanya dua menara di depan. Lafaz “Allahu Akbar” juga menghiasi pintu masuk utama dari masjid ini. Dua kalimat syahadat dengan menggunakan huruf Hangeul di gerbang utama menuju masjid.

Menu sehat buka puasa saat ramadan di Masjid Itaewon.

Selama di Korea Selatan, saya selalu berbuka puasa di Masjid Itaewon. Menunya rata-rata sama. Setelah azan, kita semua makan kurma, pisang, dan susu sapi. Menunya sangat sehat. Tidak ada gorengan atau apapun yang tidak menyehatkan. Setelah makan, kita salat magrib berjamaah kemudian menyantap masakan berat. Rata-rata menu makanan yang disajikan berupa masakan dari Timur Tengah, nasi briyani dengan bumbunya yang sangat khas. Meskipun demikian, tetap habis kok karena lapar dan kondisi uang.

Oleh karena itu, kawasan Itaewon sudah tidak lagi menjadi tempat ibadah, melainkan juga menjadi tempat traveler berkunjung. Mereka ingin berfoto dengan latar belakang masjid secara utuh. Bahkan, Masjid Itaewon memberikan dukungan terhadap perkumpulan umat muslim se-Korea Selatan dengan mendirikan Islamic Culture Research Institute.

The post Masjid Itaewon, Bukti Kebanggan Muslim Korea Selatan appeared first on Travel Blog Indonesia.