Melintasi Garis Khatulistiwa yang Membelah Bumi di Tugu Khatulistiwa, Pontianak.

0
3
views

Melintasi Garis Khatulistiwa yang Membelah Bumi di Tugu Khatulistiwa, Pontianak.

Kota Pontianak, Kota Katulistiwa.

loading...

Kali ini aku berkesempatan mengunjungi Kota Pontianak yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat. Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan “Khun Tien” nama yang diberikan oleh etnis Tionghoa yang banyak tinggal di sana. Pontianak dilalui oleh sungai Kapuas dan Sungai Landak. Namun, hal yang paling menarik perhatianku adalah sebutan Kota Pontianak sebagai Kota Katulistiwa, dimana Pontianak secara geografis dilalui oleh garis katulistiwa.

Tujuanku berkunjung ke Pontianak adalah dalam rangka mengikuti EXPO Pameran Wirausaha, Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia pada tahun 2017 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Pontianak. Acara tersebut merupakan panggung untuk menampilkan kreativitas wirasusaha mahasiswa dari seluruh Universitas di Indonesia.

Di sela-sela acara, panitia memfasilitasi peserta expo untuk berkeliling Kota Pontianak yang salah satunya adalah menuju Tugu Katulistiwa. Berdasarkan informasi geografis, hanya ada 12 negara di dunia yang dilintasi garis katulistiwa. Namun, hanya ada 1 kota yang persis memisahkan belahan bumi menjadi utara dan selatan, kota tersebut adalah Pontianak dan lokasinya tepat di titik Tugu Katulistiwa.

Tugu Khatulistiwa.

Tugu Khatulistiwa tepatnya terletak di Jl. Khatulistiwa, Siantan, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Di titik inilah garis lintang nol derajat bumi berada, garis yang tepat membelah bumi bagian selatan dan bagian utara. Tugu yang asli, berukuran lebih kecil, terdapat di dalam komplek bangunan Tugu Khatulistiwa yang berukuran besar.

Tugu Khatulistiwa beroperasi mulai Pukul 07.00 – 22.00 waktu setempat.
Untuk melihat Tugu Khatulistiwa tidak dikenakan biaya tiket masuk (gratis).

Bangunan tugu ini terdiri dari empat buah tonggak kayu belian. Masing-masing berdiameter 0,3 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan, yang sebanyak dua buah, setinggi 3 meter dan tonggak bagian belakang, tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah, setinggi 4,4 meter.

Setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, Tugu Khatulistiwa menjadi lokasi Hari Kulminasi Matahari. Titik kulminasi merupakan titik di mana matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa. Saat fenomena alam ini berlangsung, bayangan tugu akan ‘menghilang’ selama beberapa detik meskipun diterpa sinar matahari.

Menariknya, menghilangnya bayangan juga terjadi pada benda-benda lain di sekitar Tugu Khatulistiwa. Menurut beberapa artikel tidak sedikit dari pengunjung yang melihat bayangan mereka sendiri menghilang pada saat hari kulminasi ini. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

Sertifikat yang diberikan sebagai penanda pernah melintasi garis Khatulistiwa.

Di dalam area monumen Tugu Khatulistiwa, terdapat catatan sejarah pembuatan Tugu. Tugu Khatulistiwa Pontianak dibangun pada tanggal 31 Maret 1928 oleh Tim Ekspedisi Geografi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda, yang dilakukan secara Astronomi, artinya bahwa pengukuran yang mereka lakukan tanpa menggunakan alat yang canggih seperti Satelit atau GPS. Mereka hanya berpatokan pada garis yang tidak rata atau bergelombang, serta berpatokan pada benda-benda alam seperti rasi bintang.

Titik Nol Kilometer Pontianak ini adalah penanda awal pembuatan jalan Pontianak – Sambas pada akhir abad ke-19. Jalan dan patok ini memiliki nilai sejarah, karena inilah jalan pertama yang dibuat pemerintah Kolonial Hindia Belanda di Borneo Barat

Dari area Tugu Khatulistiwa ini, kita juga dapat melihat secara langsung Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia.

Pada titik Tugu Khatulistiwa ini, wisatawan dapat ‘melintasi’ garis katulistiwa yang kemudian diapresiasi dengan sebuah sertifikat. Sertifikat tersebut berjudul “Piagam Perlintasan Khatulistiwa” dengan catatan nama, tanggal dan jam pada saat kita melintasi garis katulistiwa. Tempat yang menarik untuk dikunjungi!

The post Melintasi Garis Khatulistiwa yang Membelah Bumi di Tugu Khatulistiwa, Pontianak. appeared first on Travel Blog Indonesia.