ODGJ di Kebonpedes Sukabumi Didominasi Perempuan, Ini Penyebabnya

15 hours ago ujang Comments Off on ODGJ di Kebonpedes Sukabumi Didominasi Perempuan, Ini Penyebabnya

Berita : ODGJ di Kebonpedes Sukabumi Didominasi Perempuan, Ini Penyebabnya.

loading dulu...

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat capai puluhan orang.

Ketua Koordinasi Unit Layanan Sosial Kecamatan Kebonpedes, Ojang Apandi menyebutkan, ada sekitar 50 orang ODGJ di wilayahnya. Ia mengatakan, dari jumlah 50 orang ODGJ tersebut didominasi oleh perempuan.

“70 persen ODGJ ini berjenis kelamin perempuan, paling banyak usia produkiif 20 hingga 40 tahun,” ujar Ojang, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, ODGJ yang ada di wilayah akibat beberapa faktor, seperti keturunan dan mantan buruh migran yang mendapatkan perlakukan tidak baik saat bekerja di luar negeri.

“Mereka yang ODGJ itu kebanyakan merupakan mantan buruh migran yang bekerja sebagai TKW di arab saudi dan bagian negara timur tengah lainnya,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya tidak tinggal diam, pihaknya secara rutin melakukan pengobatan terhadap ODGJ dengan memberikan obat penenang.

“Baru-baru ini juga kita telah mengevakuasi sejumlah ODGJ yang berada di wilayah Kebonpedes untuk mendapatkan pengobatan gratis di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Phalamartha, Kecamatan Cibadak,” katanya.

“Jadi, setiap masyarakat yang mengidap ODGJ akan kita lakukan pendampingan untuk mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Kalau mereka tidak punya BPJS, tentunya kita akan berikan pendampingan untuk diupayakan agar mereka dapat pengobatan secara gratis. Bahkan, sampai di rawat di RSMM Bogor,” sambung dia.

Ia menuturkan, sudah ada beberapa ODGJ yang sehat. Namun, mereka harus kembali sakit karena faktor lingkungan dan keluarga.

“Faktor lingkungan dan keluarga sangat menentukan untuk mempercepat kesembuhan pasien, selain itu kami pun mengimbau kepada keluarganya agar tidak melakukan pemasungan, karena bukan menjadi solusi tapi akan menambah buruk kejiwaan pasien. Kita juga terus melakukan sosialisasi ODGJ agar seluruh stakhoalder dapat memperlakukan ODGJ sebaik mungkin dalam mendukung Kabupaten Sukabumi bebas pasung,” pungkasnya.* (M Rizal Jalaludin)

loading...