Produsen Diperbolehkan Ciptakan Bermacam-Macam Suara untuk Mobil Listrik

0
4
views

Produsen Diperbolehkan Ciptakan Bermacam-Macam Suara untuk Mobil Listrik.

Home » Berita » Produsen Diperbolehkan Ciptakan Bermacam-Macam Suara untuk Mobil Listrik

Ilustrasi mobil listrik mengeluarkan suara (Foto: Plugincars)
loading...

Washington – Penggunaan suara buatan pada mobil berteknologi hybrid maupun full listrik sempat menjadi polemik. Namun pada akhirnya penggunaan suara buatan pada mobil ramah lingkungan itu mau tidak mau harus dilakukan, karena ini menyangkut keselamatan pengguna jalan lain terutama pejalan kaki. Seperti diketahui, mobil listrik dan berteknologi hybrid tidak mengeluarkan suara bising pada saat melaju. Berbeda dengan mobil yang masih dibekali dengan mesin konvensional.

Melihat pentingnya suara di mobil listrik, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau lembaga keselamatan jalan raya Amerika Serikat mengusulkan agar produsen otomotif menciptakan bermacam-macam suara yang berbeda pada setiap mobil hybrid atau listrik yang diproduksi dan dijual massal. Ini akan menjadi perubahan yang sangat signifikan karena dalam peraturan yang berlaku saat ini produsen otomotif hanya diizinkan punya satu suara per kendaraan.

Usul ini datang sebagai tanggapan atas permintaan dari para produsen mobil dan ini akan menjadi solusi, baik itu bagi industri otomotif maupun konsumen. Tentu saja, seperti dilansir Reuters, perubahan yang diusulkan ini tidak langsung dilaksanakan karena NHTSA ingin mendapatkan umpan balik dari publik dan pemerhati keselamatan berlalu lintas.

Bagaimana Penerapan Suara Buatan untuk Mobil Listrik di Indonesia?

Sekarang Indonesia tengah bersiap melangkah ke era kendaraan bermotor listrik. Ini diperkuat dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Agustus 2019 lalu. Sebagai pelengkap Perpres, nantinya akan diterbitkan juga Peraturan Menteri (Permen) yang menyoroti berbagai hal termasuk uji tipe kendaraan.

Pengecasan mobil listrik Nissan Leaf. Foto/Carmudi.

Saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan Peraturan Menteri supaya sejalan dengan Perpres No. 55 Tahun 2019. Nantinya, Permen tersebut akan berisi sejumlah materi. Di mana berhubungan dengan kelayakan kendaraan listrik sebelum dipasarkan dan beredar di jalan raya.

“Peraturan Menteri menyangkut masalah uji tipe akan segera kami selesaikan. Berikutnya juga terkait pemenuhan alat penguji yang sekarang sedang kami siapkan. Dalam tahun 2020 kami sudah anggarkan. Nanti akan ada beberapa alat uji yang kami lengkapi, yang pertama untuk unjuk kerja akumulator listrik akan kami lengkapi. Kemudian pengisian alat ulang listrik dan sebagainya ini akan kami siapkan alat ujinya. Ini untuk memenuhi sebagimana filosofi Perpres 55/2019,” ungkap Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Selain kelayakan, dalam Permen itu juga akan mengharuskan mobil memiliki suara buatan demi keselamatan pengguna jalan lain.

“Kalau untuk uji aspek keselamatan mobil itu sama saja antara mobil listrik dengan mobil konvensional. Akan tetapi yang mungkin berbeda adalah soal suara. Motor listrik yang bertugas menggerakkan roda tidak punya suara, tapi dalam aturan kami mobil listrik harus ada suara,” terang Dirjen Budi.

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Previous post

Siap-Siap, Mazda Akan Ungkap Prototipe Mobil Listrik Bulan Depan

Next post

Punya Uang Senilai Xpander? 8 Mobil Berikut Bisa Jadi Referensi