Strategi Pemulihan Dampak Covid dari Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan di Kabupaten Bandung

2 months ago ujang Comments Off on Strategi Pemulihan Dampak Covid dari Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan di Kabupaten Bandung

Berita : Strategi Pemulihan Dampak Covid dari Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan di Kabupaten Bandung.

loading dulu...

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Dadang Supriatna – Sahrul Gunawan menjelaskan dalam rangka mengatasi persoalan dampak pandemi Covid-19, khususnya upaya pemulihan ekonomi terdapat tiga langkah strategis yang akan dilakukan pihaknya yaitu, fokus memperbaiki dan meningkatkan industri pariwisata, pertanian, dan kreatif.

Calon Bupati, Dadang Supriatna mengatakan, dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi di sektor pariwisata, pihaknya akan memperbaiki serta meningkatkan kualitas dari sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bandung. Terlebih, selama ini wisatawan dari berbagai daerah kerap menjadikan Kabupaten Bandung sebagai tujuan wisata saat momentum libur panjang atau cuti bersama. 

Kemudian di industri pertanian, menurutnya sebagai daerah yang mayoritas merupakan area pertanian, dan salah satu mata pencaharian utama mayoritas dari masyarakat Kabupaten Bandung merupakan petani, maka pemberdayaan sektor ini menjadi salah satu fokus yang akan ditingkatkan dalam upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19. 

[embedded content]

Baca juga: Pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan Soroti Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung

“Beberapa waktu lalu kami menerima aspirasi dari para petani yang mengeluhkan terkait tidak semua petani di Kabupaten Bandung menerima bantuan pupuk yang disalurkan Pemerintah, karena terdapat syarat yang ditetapkan bagi para calon penerima bantuan yaitu harus dimilikinya NIB (Nomor Induk Berusaha). Selain itu, pemberdayaan di sektor industri kreatif UMKM yang menjadi salah satu sektor yang menjadi tumpuan harapan besar Pemerintah untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi,” ujarnya dalam depan publik ketiga Pilkada Kabupaten Bandung, Sabtu (28/11/2020).

Oleh karena itu, pasangan berjargon BEDAS tersebut berkomitmen dalam rangka mewujudkan upaya tersebut, pihaknya akan memberikan bantuan modal usaha kecil bagi masyarakat Kabupaten Bandung sebesar Rp. 60 juta per RW. Sehingga, masyarakat Kabupaten Bandung dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat dampak pandemi yang telah melanda kurang lebih selama sembilan bulan. 

“Bantuan modal ini diharapkan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat untuk dapat kembali bangkit dan tetap semangat kembali memulai usahanya, sehingga pemulihan  ekonomi Indonesia dapat berangsur membaik,” ucapnya dalam debat publik bertajuk Strategi Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba dan Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bandung. 

Menanggapi persolaan status Covid-19 dimana Kabupaten Bandung saat ini termasuk daerah di Provinsi Jawa Barat yang berada di zona merah, Dadang menuturkan, hal ini disebabkan oleh kurang fokusnya penangan yang dilakukan pemerintah daerah dalam upaya optimalisasi edukasi 3M kepada masyarakat yang belum maksimal. Terlebih terdapat beberapa daerah di Kabupaten Bandung yang masyarakat masih belum paham akan pentingnya menggunakan masker sebagai salah satu sarana pencegahan penularan covid-19.

“Menurut pendapat saya, ada beberapa langkah yang seharusnya dapat dilakukan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat untuk dapat menerapkan 3M, yaitu, Pemerintah daerah harus mampu melakukan pemetaan dan memperhatikan daerah mana saja yang warganya belum menggunakan masker secara keseluruhan. Dengan demikian, fokus upaya pencegahan melalui edukasi yang masif dan maksimal dapat mengurangi angka jumlah penyebaran covid-19 di daerah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, perhatian pemerintah daerah terhadap upaya memutus rantai penularan ini pun dapat dilakukan dengan cara memberikan bantuan atau memfasilitasi ketersediaan dari sarana fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, misalnya sarana cuci tangan.

“Hal ini tentu akan lebih dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat ketimbang pemberian program padat karya dan sebagainya yang tentunya dibutuhkan proses dan waktu untuk dapat mencapai tujuan yaitu, memutus rantai penularan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya lebih fokus terhadap upaya penanganan dan pencegahan yang bersifat konkret dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, misalnya menyelenggarakan tes kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung yang berada di wilayah zona merah.

“Maka selain edukasi dan sosialisasi yang harus terus gencar dilakukan pemerintah daerah, tapi juga memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam upaya penanganan dan pencegahan dari penyebaran Covid-19 menjadi solusi terbaik untuk dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat,” katanya (cipta Permana).

loading...