Survei: Kasus hoax Ratna Sarumpaet terpopuler saat kampanye

Informasi dan Berita Terkini


Kasus berita bohong alias hoax Ratna Sarumpaet menjadi isu paling populer tetapi tidak disukai masyarakat Indonesia selama masa kampanye Pilpres.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengumumkan hasil riset yang dilakukan pada 10-19 November 2018. Hasilnya, terdapat enam isu atau program yang populer selama dua bulan pertama kampanye Pemilu Presiden berjalan.

“Berdasarkan survei kami, terdapat enam isu atau program yang populer selama dua bulan kampanye Pilpres,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar di Jakarta, Kamis (6/12). 

Rully mengatakan isu atau program yang populer adalah isu atau program yang memiliki tingkat pengenalan atau diketahui publik 50% serta memiliki tingkat kesukaan atau ketidaksukaan diatas 60%. 

Semakin publik mengetahui suatu isu atau program serta semakin publik menyukai atau tidak menyukai suatu isu atau program, maka akan semakin populer. 

Berdasarkan survei LSI Denny JA, enam isu populer itu terdiri atas tiga isu yang disukai lebih dari 60% responden yakni penyelenggaraan Asian Games (96,5%), Kunjungan Presiden Jokowi kepada korban gempa dan tsunami Palu (93,7%), kunjungan Jokowi ke korban gempa Lombok (94,5%).

Sementara itu, tiga isu yang tidak disukai responden yakni, hoaks Ratna Sarumpaet (89,5%), nilai tukar dolar Rp15.000 (84,3%), serta pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI (83,6%). 

Rully mengatakan karena populer, keenam isu itu memiliki efek elektoral. Sedangkan isu atau program yang sempat mengemuka seperti tampang Boyolali, Prabowo kunjungi korban gempa Lombok, Prabowo tidak akan impor, rapat tahunan IMF, New Prabowo, politik sontoloyo, Yusril pengacara Jokowi-Ma’ruf tidak masuk kategori populer karena tingkat pengenalan responden terhadap isu-isu itu berada dibawah 50% dan mayoritas di antara isu itu memiliki tingkat disukai atau tidak disukai publik dibawah 60%.

Survei LSI dilakukan 10-19 November 2018, dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuisioner, di mana tingkat margin of error survei plus minus 2,9%. 

Sumber : Antara

alenia


loading...

Baca Lagi
close