Tak Cukup Merancang, Arsitek Pun Dituntut Lakukan Pengkajian Bangunan Gedung, Pastikan Tahan Bencana

2 months ago ujang Comments Off on Tak Cukup Merancang, Arsitek Pun Dituntut Lakukan Pengkajian Bangunan Gedung, Pastikan Tahan Bencana

Berita : Tak Cukup Merancang, Arsitek Pun Dituntut Lakukan Pengkajian Bangunan Gedung, Pastikan Tahan Bencana.

loading dulu...

TRIBUNJABAR.ID – Tak hanya sekadar melakukan perencanaan, perancangan, dan pengawasan saja, para arsitek pun dituntut melakukan pengkajian terhadap bangunan gedung.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kususmastuti.

Ini, menurutnya, merupakan perluasan peran arsitek.

[embedded content]

“Bahwa, harus ada pengkajian terhadap bangunan-bangunannya, masih aman atau tidak untuk dimanfaatkan,” ucap Diana dalam Opening Ceremony & Webinar Manajemen Kebencanaan Untuk Arsitek, Rabu (24/2/2021).

Dilansir dari Kompas.com, pengkajian ini bertujuan untuk menentukan apakah suatu kota dapat dilanjutkan oleh pembangunan tertentu atau tidak.

Sebab, setiap kota tentunya memiliki karakteristik masing-masing, misalnya rawan terhadap bencana. Untuk melakukan hal tersebut, tentunya harus dilakukan tahapan identifikasi untuk menunjang suatu obyek.

Kemudian, melakukan studi, mempresentasi, dan juga memprediksikan tindakan apa yang harus dilakukan para arsitek.

Baca juga: Gapura Permanen Sulitkan Damkar Bandung Padamkan Api, Seorang Petugas Tersengat Aliran Listrik

“Kita harus tahu, kondisi gempanya (suatu kota) disana seperti apa, mungkin 5 tahunannya atau 10 tahunannya. Sehingga, kita harus bisa memprediksikan,” lanjut dia.

Dalam perancangannya, arsitek juga harus mematuhi aturan dan standar yang ada atau Standar Nasional Indonesia ( SNI).

Sementara untuk aspek keselamatan terhadap kebakaran, bangunan gedung harus dirancang dengan pilihan dua tipe konstruksi.

Pertama, konstruksi itu memiliki struktur pembentuknya tahan api dan mampu menahan secara struktural terhadap beban bangunan.

Baca juga: Ancaman Bencana Hidrometeorologi Berlanjut di Masa Depan? Berikut Fakta Kondisi Perubahan Iklim

Kedua, konstruksi tersebut harus memiliki elemen struktur pembentuk kompartemen penahan api.
Fungsinya, untuk mencegah kebakaran lebih meluas ke ruang-ruang yang bersebelahan di dalam bangunan.

Selain itu, juga bertujuan untuk mencegah penjalaran kebakaran dari luar bangunan yang terbakar.

Oleh karena itu, arsitek harus bisa menyesuaikan suatu pembangunan gedung pada setiap bangunan yang dibangun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tak Hanya Merancang, Arsitek Dituntut Lakukan Pengkajian Bangunan Gedung”

loading...