Tiga Tingkatan Puasa

9 months ago ujang Comments Off on Tiga Tingkatan Puasa

Berita : Tiga Tingkatan Puasa.

loading dulu...

Oleh KH Ucup Pathudin Al Ma’arif, M.Ag.

Sekretaris LD PWNU Jabar

DALAM kitab tafsir Sirr al-Asrar wa Muzhir al-Anwar, Syekh Abdul Qadir Al Jailani membagi puasa menjadi tiga bagian. Pertama, shaum al-syarî’ah atau puasa syariat. Kedua, shaum al-tharîqah atau puasa tarekat. Ketiga, shaum haqiqah atau puasa hakikat.

Shaum al-syarî’ah adalah menahan diri untuk tidak makan, minum, dan menggauli pasangan kita di waktu siang hari. Puasa syariat dibatasi oleh waktu, dengan menjauhi makan, minum, dan hubungan seks, dari fajar hingga tenggelam matahari.

Di dalam ilmu fikih, waktu siang dijabarkan menjadi sejak dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Maka selama itu pula puasa syariat dilaksanakan dengan tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan.

Shaum al-tharîqah adalah menahan seluruh anggota tubuh dari segala perbuatan yang diharamkan dan dilarang serta menjauhi sifat-sifat tercela, seperti ujub, sombong, dan sebagainya. Jadi orang yang berpuasa ini harus mampu menjaga dhahir dan batin dari hal-hal yang tak disukai, dibenci, dan dicela oleh Allah Swt.

Puasa tarikat ini tak dibatasi oleh waktu sebagaimana pada puasa syariat yang hanya dilaksanakan mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa tarikat dilaksanakan setiap waktu, baik itu siang maupun malam. Bila tak bisa menjaga dhahir dan batin dari perbuatan tercela, maka batallah puasa tarikatnya.

Shaum haqiqah adalah menjaga kalbu, hati, dan rasa selain dari mencintai Allah Swt. Kita berusaha untuk menahan hati kita untuk tidak mencintai apa pun yang ada di dunia ini selain hanya kepada Allah Swt.

Orang yang berpuasa secara hakikat tidak akan mencintai jabatan, mencintai harta kekayaan, mencintai pangkat dan jabatan, begitu juga tidak mencintai istri dan anak melebihi kecintaan dia kepada Allah Swt. (*)

loading...